Rabu, 03 Oktober 2018

APLIKASI TERBAIK EDIT VIDEO



  1. Adobe Premiere Clip

Adobe Premiere Clip
Sumber foto: Foto: blog.adobe.com
Adobe Premiere Clip    1.1.2.1161 
Apps  Video & Audio   Adobe Systems Inc
DOWNLOAD
Siapa sih yang nggak mengenal Adobe Premiere sebagai salah satu aplikasi editing video terbaik di PC ataupun laptop. Adobe Premiere Clip yang hadir di Android menawarkan fitur editing otomatis dari galeri foto maupun video yang kamu miliki.
Kamu juga bisa mengedit secara manual dengan menyisipkan berbagai alat, efek, dan musik yang tersedia. Tentu aplikasi ini cukup ringan dan mudah kamu gunakan apalagi hanya untuk urusan sosial media.
KelebihanKekurangan
User interface ringan dan mudah digunakanFungsi sangat sederhana
Dukungan penuh untuk sosial media, seperti InstagramBekerja kurang baik untuk video vertikal

  1. FilmoraGo - Free Video Editor

FilmoraGo - Free Video Editor
Sumber foto: Foto: uptodown.com
FilmoraGo - Free Video Editor    3.1.1 
Apps  Video & Audio   Wondershare Software
DOWNLOAD
FilmoraGo merupakan salah satu aplikasi editing video yang dikembangkan oleh Wondershare. Selain edit dasar, kamu juga bisa memilih editing pada rasio 1:1 untuk Instagram atau rasio 16:9 untuk YouTube misalnya. Walau ada beberapa opsi berbayar, FilmoraGo tetap nyaman digunakan pada versi gratis.
KelebihanKekurangan
Sudah teruji lintas platform, PC dan mobileOpsi berbayar untuk beberapa fitur
User interface timeline ala software profesional-
Pilihan berbagai macam aspect ratio-

  1. KineMaster

KineMaster
Sumber foto: Foto: play.google.com
KineMaster Pro Video Editor    4.2.2.9961.GP 
Apps  Video & Audio   NexStreaming Corp.
DOWNLOAD
KineMaster merupakan aplikasi editing video populer di Android. Selain fitur standar yang bisa kamu gunakan, buat kamu yang suka buat video gaming ada juga fitur chroma key untuk video green screen. Tersedia dalam versi gratis, KineMaster sudah cukup untuk kebutuhan edit video di sosial media kok.
KelebihanKekurangan
Tampilan layaknya software editing profesional-
Opsi green screen untuk membuat video gaming-

  1. PowerDirector Video Editor

PowerDirector
Sumber foto: Foto: uptodown.com
PowerDirector Video Editor App: 4K, Slow Mo & More    4.9.0 
Apps  Video & Audio   Cyberlink
DOWNLOAD
PowerDirector sangat cocok buat kamu yang butuh aplikasi editing video profesional secara mobile. User interface yang dihadirkan PowerDirector pun cukup umum dengan fitur editing menggunakan konsep timeline. Kamu pun dapat dengan mudah menyisipkan video, efek, stiker, bahkan 2 timeline audio sekalipun.
Aplikasi ini pun sudah banyak direkomendasikan oleh para vlogger dan YouTuber yang menggunakan smartphone sebagai sarana merekamnnya. Cocok buat kamu yang masih merintis karir nih!
KelebihanKekurangan
Tampilan seperti software editing video PC atau laptop-
Punya berbagai fitur profesional-
Kemampuan editing hingga format 4K-

  1. Quik

Quik
Sumber foto: Foto: play.google.com
Quik Free Video Editor for photos, clips, music    4.3.0.2903-843eef3 
Apps  Video & Audio   GoPro Inc
DOWNLOAD
Sebagai pendatang baru dalam dunia editing video mobile, Quik menawarkan kecepatan sebagai fitur andalannya. Kamu bisa menambahkan hingga 50 foto dan video, Quik secara otomatis mengedit menjadi video pendek.
Bukan cuma itu saja. Quik juga menghadirkan lebih dari 20 filter yang dapat kamu gunakan saat melakukan proses editing hingga membuat video kamu makin ciamik.
KelebihanKekurangan
Dimaksimalkan untuk perangkat terkoneksi GoProHanya terbatas untuk video pendek saja
Melakukan editing secara otomatis-
Masih ada beberapa daftar aplikasi lagi nih, cek halaman selanjutnya guys

PENGERTIAN EDITING VIDEO DAN PHOTO


PENGERTIAN EDITING VIDEO FDAN PHOTO


 Proses editing adalah salah satu elemen penting di dalam sinematografi dan tidak dapat dipisahkan dari dunia broadcasting. Namun apa sebenarnya video editing itu ? Video editingadalah suatu proses memilih atau menyunting gambar dari hasil shooting dengan cara memotong gambar ke gambar (cut to cut) atau dengan menggabungkan gambar-gambar dengan menyisipkan sebuah transisi.
Pada proses editing, gambar tidak cukup hanya digabung-gabungkan begitu saja. Banyak sekali variabel yang harus diketahui dalam proses editing, misalnya : camera angle, cameraworks, jenis shoot, motivasi, informasi, komposisi, sound, dan continuity. Istilah-istilah tersebut merupakan “Grammar of The Edit” yang harus dipegang dan diketahui oleh seorang editor.
Grammar of The Edit
Motivasi
Pada film, gambar-gambar seperti jalanan kota, gunung, laut, awan, dan sebagainya sering kali ditampilkan sebelum gambar utama (subjek/objek). Tujuan dimunculkan gambar-gambar tersebut adalah sebagai penggiring dan penjelas dari gambar selanjutnya. Selain gambar, motivasi dapat juga dimunculkan dalam bentuk audio, misalnya : suara telepon, air, ketukan pintu, langkah kaki, dan sebagainya. Motivasi dapat juga berupa perpaduan gambar dan audio.
Informasi
Pengertian informasi pada editing sebenarnya mengacu pada arti sebuah gambar. Gambar-gambar yang dipilih oleh seorang editor harus memberikan suatu maksud atau menginformasikan sesuatu.
Komposisi
Salah satu aspek penting bagi editor adalah pemahaman tentang komposisi gambar yang bagus. Bagus di sini artinya memenuhi standar yang sudah disepakati atau sesuai dengan Cameraworks.
Continuity
Continuity adalah suatu keadaan di mana terdapat kesinambungan antara gambar satu dengan gambar sebelumnya. Sedangkan fungsi dari continuity adalah untuk menghindari adanya jumping (adegan yang terasa meloncat), baik itu pada gambar atau audio.
Tittling
Semua huruf yang diperlukan untuk menambah informasi gambar. Misalnya : judul utama, nama pemeran, dan tim kreatif.
Sound
Sound dalam editing dibagi menurut fungsinya, sebagai berikut :
1. Original Sound
Semua audio/suara asli subjek/objek yang diambil bersama dengan pengambilan gambar/visual.
2. Atmosfer
Semua suara latar/background yang ada di sekitar subjek/objek.
3. Sound Effect
Semua suara yang dihasilkan/ditambahkan ketika saat editing, bisa dari original sound maupun atmosfer.
4. Music Illustration
Semua jenis bunyi-bunyian/nada, baik itu secara akustik maupun electric yang dihasilkan untuk memberi ilustrasi/kesan kepada emosi/mood penonton.

Kata editing dalam bahasa Indonesia adalah serapan dari Ingris. Editing berasal dari bahasa Latin editus yang artinya ‘menyajikan kembali’. Editing dalam bahasa Indonesia bersinonim dengan kata editing. Dalam bidang audio-visual, termasuk film, editing adalah usaha merapikan dan membuat sebuah tayangan film menjadi lebih berguna dan enak ditonton. Tentunya editing film ini dapat dilakukan jika bahan dasarnya berupa shot (stock shot) dan unsur pendukung seperti voice, sound effect, dan musik sudah mencukupi. Selain itu, dalam kegiatan editing seorang editor harus betul-betul mampu merekontruksi (menata ulang) potongan-potongan gambar yang diambil oleh juru kamera. Leo Nardi berpendapat editingfilm adalah merencanakan dan memilih serta menyusun kembali potongan gambar yang diambil oleh juru kamera untuk disiarkan kepada masyarakat. (Nardi, 1977: 47).

Pertunjukan film di bioskop ataupun televisi di rumah-rumah apabila belum melalui prosesediting bisa dipastikan hasilnya tidak maksimal, penonton cenderung merasa bosan dan jenuh. Padahal, tayangan film ataupun video begitu ekonomis. Artinya, penayangannya sangat bergantung pada aspek waktu. Waktu begitu mahal dan menentukan dalam proses penayangan film. Jika sebuah tayangan berdurasi 60 menit, itu artinya selama waktu itu pencipta film harus menjamin tidak membuat penonton bosan apalagi meninggalkan bioskop, atau kalau di televisi memindahkan saluran. Begitu berartinya sebuah hasil editing sampai ada pengamat film yang menyatakan bahwa ruh tayangan film adalah proses editing.

Selain itu, J.M. Peters menyatakan bahwa yang dimaksud dengan editing film adalah mengkombinasikan atau memisah-misahkan rangkaian film sehingga tercapai sintesis atau analisis dari bahan yang diambil (Peters, 1980: 9). Di sini, Peters mengungkapkan, dengan editing, film sintesis atau sutradara televisi dapat menghidupkan cerita, menjernihkan suatu keterangan, menyatakan ide-ide atau menimbulkan rasa haru pada penonton. Nyata sekali Peters menekankan pada aspek ‘pemberian’ suasana dan nuansa sebuah film setelah melalui proses editing. Pada saat editing berlangsung, tentunya tugas editor tidak hanya menyambung-nyambung belaka. Karena selain unsur visualisasi, unsur pikturisasi (penceritaan lewat rangkaian gambar) juga penting. Unsur inilah yang membedakan kegiatan sambung menyambung dengan editing. Selain itu, keindahan sebuah film tidak melulu disampaikan lewat rangkaian gambar, tetapi juga tingkahan musik dan sound effect yang menjadikan sebuah film bernuansa. Di zaman film bisu, rangkaian gambar diupayakan semaksimal mungkin membangun cerita film, tetapi setelah era film bersuara, kolaborasi antara film dan musik begitu menyatu.

Sementara itu, D.W. Griffith berpendapat bahwa editing film merupakan suatu hal yang terpenting dalam film karena editing film itu merupakan suatu seni yang tinggi. Seni sendiri merupakan pondasi dari film. Menyunting film adalah menyusun gambar-gambar film untuk menimbulkan tekanan dramatik dari cerita film itu sendiri. Sutradara dan editor harus pandai dalam selection of shot, selection of action ( scene demi scene yang harus dirangkaikan) (Griffith, 1972: 20-25).

Dari penjelasan Griffith tersebut, terkandung pengertian bahwa di samping pentingnya penyusunan film, perlu adanya penyisipan-penyisipan potongan film untuk membuat film itu bercerita. Ini penting sekali diungkapkan dalam pembuatan film pada televisi karena televisi sangat singkat, tetapi bagaimana caranya supaya masyarakat tertarik untuk menyaksikan secara keseluruhan.

Adapun Pudovkin mengatakan perlu adanya constructive editing, yakni pelaksanaan editing film yang sudah dimulai dari penulisan dan membuat shot-shot sebagai materi editing film. Dalam hal editing ini, Pudovkin mempunyai sebuah prinsip, yaitu peristiwaperistiwa yang akan direkam dalam gambar tidak terlepas dari tiga faktor: watak manusia, ruang dan waktu. Di samping tidak terlepas dari ‘lirik editing’, yakni bagaimana caranya mengeksploitasi sesuatu yang tidak tampak seperti kegembiraan, kesenangan, kesedihan, dan lain-lain (Pudovkin, 1972: 26).

Namun pendapat dari kedua pakar film tersebut ditentang oleh Elsenstein, seorang arsitek yang lari ke dunia film. Dia mengecam Griffith dan Pudovkin dengan alas an keduanya hanya menyambung gambar dengan mengharapkan penonton ikut tertawa atau menangis. Menurut dia, dalam proses editing film harus dilakukan dengan cara menyambung dua buah shot atau adegan yang dapat menimbulkan pengertian baru melalui cara pemikiran dan selalu menimbulkan istilah pemikiran yang baru. Untuk itu, dia menghadapkan pada kiasan melalui lambang-lambang sehingga penonton turut berpikir secara intelektual terhadap adegan yang dilihatnya (1972: 33).

Terlepas dari beberapa pendapat tentang editing film tersebut, yang jelas proses editing memang menduduki posisi penting dalam menghasilkan karya film yang menarik dan tidak membosankan. Oleh karena itu, tugas seorang editor begitu berat dan mengandung resiko sebab bisa jadi stock shot yang sebetulnya sudah bagus malah tidak bisa ‘bercerita’ karena kegagalan sang editor.

APLIKASI TERBAIK EDIT VIDEO

Adobe Premiere Clip Sumber foto: Foto: blog.adobe.com Adobe Premiere Clip    1.1.2.1161  Apps   ...